dengan daya tampung otak yang kian membengkak dan volumenya membesar, maka kita mencoba menjadikan bahan-bahan tidak berguna menjadi cukup berguna. for example, koran. dimana kita dapat memperolehnya? di rumah Demsi, hha.. maklum ini dapet mulung dari rumahnya.. ramah lingkungan bukan? :DD
sekali lagi kita jarang keluar uang banyak, palingan juga buat makan, makan, makan dan makam.. UU
studio dadakan dan murah ini kita bangun di kamar kos rumah Fani (lagi) yang kebetulan tak berpenghuni atau belum ada yang ngisi.. namanya juga anak KEREatif dalam artian kita kere tapi juga aktif.. aktif memanfaatkan kesempitan yang ada di samping kesempatan.. :D
random : ini euoDEA trijovanda.. salam kenal.. :) #dari Dea
terbukti kita orangnya bersungguh-sungguh dan gigih dalam berusaha.. ^^
kalo nggak gitu blog ini ga bakal jadi juga. :P
dari atas :
kayaknya nggak sama deh, dari atas dan sampingnya.. sadar nggak? #tabok
dari samping :
dari samping :
teknik :
1. siapkan model dan posisikan di tempat yang sesuai
2. tempel kertas koran di dinding sekitar model
3. jika perlu artikel pendukung tinggal tempel lagi diatas artikel yang telah tersedia
4. siapkan properti secukupnya (yang murah saja)
5. siap memoto dan difoto
6. jika telah selesai, segeralah untuk mencabut lem / selotip
7. jika permukaan dinding berlubang, segera minta tukang untuk memperbaiki
kesimpulan : nilai/harga dari hasil foto, properti dan wallpaper
berbanding terbalik dengan pengecatan ulang tembok
saran : jangan menempelkan selotip di tembok,
lebih baik memilih tempat yang tidak bertembok apalagi bercat dan bercendela
~terimakasih~
biasanya kita bikin foto yang agak unik dan kontroversional,
biar selalu dikenang dan mudah eksis. :D
biar selalu dikenang dan mudah eksis. :D
karya Revan :
gimana? terbukti ditempel dan KEREatif kan?
cari judul yang pas, dan tempel.
selamat mencoba. :P
entah mengapa, yang konsep awalnya 'sok retro' menjadi mencekam seperti ini..
dan 'darah' palsu ini berasal dari saus mie ayam yang lagi lewat di pinggir jalan, #miskin
dan pada sore harinya, Fani berusaha membersihkan rambutnya dari bau anyir saus murahan ini. :O

dan pada sore harinya, Fani berusaha membersihkan rambutnya dari bau anyir saus murahan ini. :O

pembunuhan tersadis abad 21, dimana pembunuh adalah seorang penulis blog sepi pengunjung
dan korban adalah seorang pelawak berpenghasilan minim.. #kasihan
untungnya dengan konsep ini kita jadi trendsetter, ada anak umur 14 tahunan yang 'mencontek' dan berhasil mempraktikan metode ini dengan caranya sendiri.. nggak perlu disebut siapa, yang jelas luar Jawa.. hhee..
#beri tepuk tangan !! yeyeye
date pictures taken : September 19 2010
model : Fani, Dea
camboy : Revan
gear : EOS 1000D, 350D






Tidak ada komentar:
Posting Komentar